BAJU MERAH

Hidup Ini Tentang Bukan
Hidup Ini Tentang Hanyalah
Hidup Ini Tentang Menyerah
Hidup Ini Tentang Si Baju Merah
Gerhana Matahari Begitu Bercahaya



Stop…Tegak Grak! Belum Merdeka
Lukiskan Semua Duka
Robohkan Saja Benteng Cinta
Tapi Kau Rekam
Tapi Kini Kau Mendekam
Egomu Berat Seperti Besi
Hormat Terima Kasih Pak Polisi

Ashab (Mahasiswa Univ. Al Ahgaff tingkat II.)

Selengkapnya....

NERO

Hidup ini tentang sama dengan
Hidup ini tentang adalah
Hidup ini tentang finish
Hidup ini tentang hidupku
Terang yang hitam pekat



Terus menapak tanpa melihat
Lupakan semua cacat
Angkat segala hormat
Tak sudi merangkai
Gengsi untuk menggapai
Angkat lagi semua ego
Hormat pada gank NERO!!!

Ashab (Mahasiswa Univ. Al Ahgaff tingkat II.)

Selengkapnya....

TUKANG CUKUR

By: Gali

Ada seorang tukang cukur yang baik hati di sebuah kota di United States. Suatu hari seorang penjual bunga datang kepadanya, untuk memotong rambut. Selesai potong rambut, dia bermaksud membayar tetapi tukang cukur menjawab, "maaf saya tidak bisa menerima uang darimu, saya melakukan pelayanan." Si penjual bungapun sangat gembira dan meninggalkan tukang cukur tersebut. Pada keesokan paginya, ketika si tukang cukur membuka toko, ada sebuah kartu ucapan terima kasih dan selusin bunga mawar yang telah menanti di depan pintu.



Seorang polisi datang untuk mencukur rambutnya dan dia pun bermaksud untuk membayar setelah selesai dipotong rambutnya, tetapi si tukang cukur menjawab, "maaf saya tidak bisa menerima uang darimu, saya melakukan pelayanan." Si polisi pun sangat gembira dan meninggalkan sang tukang cukur tersebut. Pada keesokan paginya, ketika si tukang cukur tersebut membuka tokonya, ada kartu ucapan terima kasih dan selusin donat yang telah menanti di depan pintu tokonya.

Di hari berikutnya datanglah software engineer dari Indonesia untuk potong rambut, ketika telah selesai dan hendak membayar, sang tukang cukur pun menjawab, "maaf, saya tidak bisa menerima uang anda, saya melakukan pelayanan." Si software engineer dari Indonesia pun sangat gembira dan meninggalkan tukang cukur tersebut. Pada keesokan harinya ketika tukang cukur membuka tokonya, coba tebak apa yang ditemukan si tukang cukur di depan pintunya???????
Dapatkah kamu menebaknya????? Apakah kamu belum tahu jawabannya??? Ayo berpikirlah seperti orang Indonesia??.......
OK!!! OK!!! Jawabannya, selusin orang Indonesia telah menunggu di depan pintu untuk potong rambut GRATIS!!!!

Mahasiswa Al Ahgaff tingkat III.

Selengkapnya....

KASIH ABADI

Kadang hari jadi demikian melelahkan, ibunda, ruang menujumu tiba-tiba saja terasa luas dan jauh.
Ingin nanda ceritakan tentang sayap-sayap yang tak henti belajar terbang,
mencari setiap celah untuk memperpendek jarak, mempersempit ruang.
Ingin nanda ceritakan tentang wangi kelopak sepanjang jalan, biru langit, hembus angin dan warna pucuk-pucuk hijau.
Mengumpulkan keindahan dalam telapak untuk dibawa pulang ke pangkuan,
berharap bisa menghapus letih kening dan sudut mata bunda.

Sesungguhnya, tak jarang langkah nanda tersandung batu, terhalang badai,
tapi bekal yang bunda sampirkan sejak dulu selalu bisa menghantar nanda ke seberang.
Kadang kabut sama sekali nyaris tak tertembus, ibunda, perjuangan melewatinya tiba-tiba saja kehilangan tenaga.
Ingin nanda ceritakan tentang ketakutan-ketakutan dan mimpi buruk menjelang tengah malam,
tentang kegamangan dan keraguan setiap kali jembatan dan pintu menghadang di depan mata.
Tapi percayalah bekal yang bunda titipkan di bahu selalu bisa mengisi kekosongan, menguatkan dan menegakkan kembali wajah nanda.
Seperti pesan bunda,
nanda belajar dari rumput yang tegar untuk selalu tumbuh,
nanda belajar dari tetes hujan di atas batu yang tawakal berikhtiar.
Tak pernah mudah, ibunda, tak pernah.
Jika sesekali nanda berhenti, nanda ingin bunda tahu bukan 'tuk menyerah.
Tapi menerjemah hikmah dan menelaah diri sebelum berjalan lagi.
Tak pernah mudah, ibunda, memang tak pernah.
Tapi nanda tak gentar, sebab cinta dan doa bunda terbukti jadi energi tak berbatas yang tak pernah kehabisan cahaya dalam setiap langkah nanda.
Bunda jika kau mengizinkan, aku ingin bertanya satu hal yang membuat aku begitu mengagumimu, "kau beri aku madu dari mana?." Sebab aku merasa hanya aku yang paling beruntung dapat meneguknya dari telapak tanganmu yang berbau surga ilahi. Bila aku boleh meminta; bawa aku ke tempat kau dapatkan madu itu.
Jika hitungan jemari jam berlari, rindu menggunung tapi tak terobati.
Ingin nanda ceritakan tentang kehidupan di balik lautan yang penuh gelombang dan tantangan, kehidupan di balik bukit yang penuh kejutan Tuhan, kehidupan di lembah yang sempit dipenuhi keajaiban Tuhan, di sini nanda temui setitik cahaya yang sejak kecil bunda iming-imingi, walaupun nanda tak dapat sepenuhnya bisa membawanya pulang ke atap rumah kita.
Deras air matamu mengantar awal kepergianku, sepertinya bunda tak rela, tapi pesanmu membawa nanda jauh lebih dekat kepangkuanmu, seperti ketika nanda di buaianmu.
Senja di negeri Hadramout bercerita tentang hangatnya kerinduanmu di ujung mimpiku.
Bintang soraya melayang di atas atap harapan nanda bercerita kasihmu.
Kasih yang tak sebanding dengan lekuk amalku padamu.
Do'a dan nasihatmu berkali-kali selamatkan nanda dari jutaan hujan peluru yang coba patahkan betis kehidupan nanda.
Setiap tetes air mataku bermuatan jutaan kalimat ampun dan maaf nanda yang tak terkira dari dalamnya sanubari sang bocah pendosa.
Bunda, nanda di wadi ini menanti saat pertemuan denganmu.
Penantian yang dipenuhi reka keindahan dunia kita.
asep habibullah
Mahasiswa Univ. Al Ahgaff tingkat II.

Selengkapnya....

Nggak Apa-Apa Kok

Pada kamis pagi kemarin, ketika Bu Until sedang menqodlo sholat shubuh berjama'ah bersama suaminya (memang keluarga Bu Until ini ga' bisa dibuat panutan) jendela kaca rumahnya bagian kiri pecah karena dilempari batu oleh seorang anak tetanga sebelahnya, si Ucul yang terkenal bandel itu. Setelah mengetahui perbuatan anaknya Bu Mawar (nama samaran) langsung datang ke rumah Bu Until untuk meminta maaf. "Maafkan perbuatan anak saya ya…Bu! Uculkan masih kecil, belum tahu apa2. Lagi pula dari dulu kita kan tetangga yang harmonis," ungkap Bu Mawar dengan memelas." Ah…nggak apa-apa saya malah senang kok melihat Ucul sudah bisa melempar batu dengan sangat keras, itu tandanya anak yang sehat. Dan Bu Mawar ga' usah susah-susah menganti jendela kaca saya, karena anak saya sendiri sekarang sedang pergi untuk memecahkan jendela kaca rumah Ibu…," jawab Bu Until dengan lembut.
By: Untilwati




Selengkapnya....